Tampil Cantik: Pemerkosaan

Perempuan mempunyai kecenderungan untuk selalu tampil cantik di depan umum, terlebih di depan lawan jenisnya dibandingkan dengan pria yang lebih cenderung tampil apa adanya di depan lawan jenisnya. Anomalinya, perempuan berpenampilan seperti pria dan pria berpenampilan seperti perempuan.

Anehya, perempuan yang sudah menikah sekalipun tidak luput dari kecenderungan di atas. Mereka selalu ingin terlihat istimewa di depan umum, menjadi pusat perhatian. Sayangnya, perempuan tertentu seringkali lebih menjaga penampilannya di luar rumah dari pada di dalam rumah. Apakah perempuan yang saya sebutkan itu dapat dikategorikan sebagai perempuan yang mempunyai potensi untuk selingkuh yang tinggi ?

Perempuan, seyogianya harus dewasa dalam berpenampilan dan dewasa dalam memutuskan untuk siapa dan untuk apa harus berdandan. Karena perempuan yang berdandan secara berlebihan dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi diri sendiri dan berdampak bagi orang lain, khususnya pria, yang secara akumulatif dapat menimbulkan kejahatan sexual.

Bila penampilan seorang perempuan yang terlalu terbuka dipertanyakan, biasanya perempuan tersebut akan selalu membenarkan sikapnya dan cenderung menyalahkan pria yang tidak mampu mengendalikan birahinya, pria yang tidak mampu mengendalikan pikirannya, pria yang matanya jelalatan. Mereka lupa, birahi bermula dari mata, kemudian diolah di otak, kemudian kendali dirilah yang berperan.

Saya menulis ini karena di kompas.com dan trans tv dalam beberapa hari terakhir menampilkan berita tentang pemerkosaan. Baik pemerkosaan perempuan dewasa maupun yang terjadi kepada anak kecil. Buat pemerkosa anak kecil, saya pribadi berharap mayatnya dicabik-cabik burung pemakan bangkai dalam waktu dekat. Tapi, pemerkosa perempuan dewasa, saya mau melihat secara berimbang (bukan berarti saya membenarkan si pelaku pemerkosa), kenapa pemerkosaan terjadi. Hal yang saya mau tau adalah, bagaimana perempuan itu berpakaian dan pada saat bagaimana pemerkosaan itu bisa terjadi. Artinya, si pelaku melakukan pemerkosaan atas dasar situasi dan kesempatan yang dia miliki.

Tidak mungkin seorang pria memerkosa seorang perempuan bila si pria tidak pernah melihat dan mendengar sesuatu yang berbau sex. Tidak mungkin seorang pria memerkosa bila pemerkosa dihukum seberat-beratnya. Tetapi, pria dan siapapun tidak akan mungkin tidak melihat dan mendengar sesuatu yang dapat menimbulkan gairah sexualnya, karena itu kejahatan sexual akan selalu terjadi, akan tetapi dapat ditekan.

Oleh karena sex adalah persoalan sepele, persoalan pikiran, maka kita harus berperan mengurangi tingkat pemerkosaan dengan cara berpakaian secara dewasa, menegakkan hukum, menggunakan teknologi secara dewasa dan memelihara hubungan dengan pencipta anugera sex bagi manusia.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....