Berhenti Merokok: 21 Hari, Kemauan dan Keputusan

Saya mengenal rokok pada saat duduk di bangku SMP, sejak itu kebiasaan merokok terus berlangsung sampai menamatkan kuliah dan bekerja selama 8 tahun. Tahun ke 9 setelah bekerja, saya berhenti merokok, setelah sekian lama mencoba berbagai terapi untuk berhenti merokok. Terapi yang saya jalani bermacam-macam, mulai dari makan permen, selalu memegang pensil di tangan kanan untuk 'menipu' diri seakan-akan pensil itu adalah sebatang rokok, olah raga sampai dengan cara mengurangi konsumsi rokok secara berlahan. Biasanya, kebiasaan merokok berhenti hanya 2-3 tiga hari saja, setelah itu kembali dengan kebiasaan lama, merokok sambung menyambung sampai batuk-batuk tiada henti pada malam hari..

Suatu malam, ketika sedang merokok, saya mengamati bungkus rokok yang saya pegang. Tiba-tiba saya merasa aneh dengan kotak kecil itu berada di tangan saya. Saya mengamati gerakan tangan saya setiap kali mengisap rokok. Ada yang aneh dan membuat saya bertanya-tanya, kenapa saya harus merokok. Semakin saya memperhatikan kotak itu, saya semakin asing dengan kotak rokok itu. Hanya dengan sekali remasan, bungkus atau kotak rokok yang masih penuh dengan batang rokok itu remuk dan saya membuang rokok yang menyala dari tangan saya. Sejak saat itu, saya berhenti merokok tanpa harus terapi dan bertahan selama 5 tahun.

Untuk berhenti merokok tidak perlu harus dengan terapi. Yang dibutuhkan hanya keputusan. Kemauan tidaklah cukup. Bila sudah sudah menginginkan, ada kemauan, maka segera putuskan untuk berhenti merokok. Saya jamin Anda pasti berhasil lepas dari ketagihan nikotin.

21 hari, adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk menciptakan kebiasaan baru. Selama 21 hari, saya menderita karena lepas dari rokok. Setelah hari ke 22, kebiasaan baru hadir, saya menjadi orang yang tidak menyentuh merokok.

Kisah sedihnya, saya kembali merokok 2 bulan yang lalu. Ada keinginan untuk berhenti merokok tapi belum saya putuskan. Alhasil, saya masih merokok sampai sekarang. Menulis di cangkirkayu, selalu ditemani dengan rokok. Tapi, saya tidak kuatir dengan kebiasaan buruk yang terulang ini. Paling tidak saya sudah mempunyai kemauan, tinggal menunggu waktu menemukan barang langkanya yaitu, keputusan. Hmm…saya jadi senyum sendiri.

Paling tidak juga, saya mau berbagi dengan angka 21 hari. Berhenti dari kebiasaan buruk cukup dibutuhkan 21 hari, tentu dengan keputusan dan kemauan. Kebiasaan, masturbasi misalnya, cukup 21 hari untuk lepas dari jerat itu. Mencari cinta, cukup dengan 21 hari jangan lebih dari itu. Kalau idaman Anda tidak mau, ya sudah cari yang lain. Hmm…saya jadi senyum sendiri.

Kenapa harus 21 hari, saya tidak tau, tapi boleh dicoba barangkali jadi angka keberuntungan Anda.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....