Mama Laurent

Apa hubungan antara kemenyan dengan dunia mistis ? Katanya bau kemenyan bisa membuat para hantu dan jajarannya menggerak-gerakkan hidung kegirangan. Bau kemenyan dianggap tanda kehadiran mahluk halus atau hantu atau roh atau apalah itu. Coba saja kalau sedang lewat depan kuburan dan tercium bau kemenyan pasti pikirannya ‘dah’ macam-macam. Langkah langsung dipercepat tapi gak lari karena malu sama diri sendiri. Berlagak tidak takut tapi maunya lari pontang panting. Aku sendiri antara percaya dan tidak dengan dunia yang satu ini. Benar atau tidak katanya ada orang bisa ‘ngobrol-ngobrol’ dengan hantu dan sejenisnya. Hebatnya bisa menjadi jembatan untuk melihat masa depan.

Aku sendiri sejauh ini belum pernah mengetik REG Mama Laurent (‘gak’ tau nantinya, tergantung kekuatan iman). Soalnya kalau soal ramal meramal aku sedikit tidak fair. Kalau ramalannya baik biasanya aku senyam senyum saja sambil ‘ngomong’ amin dalam hati. Kalau mata kanan berkedip-kedip biasanya langsung punya pikiran bakalan dapat proyek besar tapi giliran mata kiri yang kedap-kedip langsung ngomong ‘Tenang semuanya akan baik baik saja. Itu tidak benar’. Apanya yang tidak benar aku sendiri tidak tau. Kalau tangan kanan gatal katanya bakal dapat uang (uang melulu ya), kalau tangan kiri, katanya mau ‘nampar’ orang. Lah siapa yang mau aku tampar ? Gila kali nampar orang.
Lagi pula aku ‘gak’ bisa membayangkan kalau registrasi ke Mama Laurent, pulsa ku bakalan disedot tiap hari. “Boro boro’ registrasi, pulsa saja pas pas an terus. Main facebook saja hanya ‘ngetik’ FLASH ON 5000 disambung FLASH YA. Masih untung di kantor bisa online terus (maaf ya boss, OL melulu)

Menurut ramalan jaman dulu katanya sih aku suatu saat menjadi ‘orang besar’. Bukannya aku yang datang ke dukun tapi dukun nya yang ngomong sendiri. ‘Suer’ aku ‘gak’ minta diramal. ‘Besar’ seperti apa tidak diperjelas secara rinci. Maklum saja, dukun selalu membuat statement yang ‘nge gantung’ supaya kalau meleset si dukun ‘gak’ kalah malu. Kalau perut besar alhamdulillah dan puji syukur sudah jadi kenyataan. Besar kepala kadang-kadang tergantung situasi dan tergantung siapa yang aku hadapi. Besar badan wong sudah selesai masa pertumbuhan. Ya gini-gini aja boo. Besar mulut, nah kalau ini amit-amit ‘deh’. Aku tergolong ‘pendiem’ mirip Mengawati. Ssst jangan-jangan aku bisa ‘besar’ seperti Megawati ya ? Pendiem yang pernah jadi presiden dan ketua umum partai pula. Mungkinkah ?. Besar alat vital ? wah kalau soal ukuran alat vital kan sudah sudah diatur secara proporsional. Masa harus dipijet sama mak erot biar panjang seperti belalai gajah. Gimana cara ‘nyimpan’nya ya?. Jadi ‘besar’ seperti apa ya ?. Dasar ‘tuh’ si dukun membuat orang penasaran saja.

Katanya hidup ‘dimulai’ di umur 40 tahun, berarti aku masih punya harapan ya jadi orang ‘besar’. Tapi di yahoogroups alumni SMAK Dago yang dihuni anggota yang berumur 55 tahun keatas berpendapat hidup dimulai dari 50 tahun. Nah lo !. Jadi mana yang benar ? 40 atau 50 tahun ?. Ah dua-duanya benar. Menurut pendapatku lain lagi, hidup dimulai di umur 60 tahun. Itu berarti aku masih punya kesempatan untuk berjuang 30 tahunan lebih. Asyik kan ?!

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....