Facebook


Sekarang era nya facebook. Diperkirakan pengguna facebook di seluruh dunia sudah mencapai angka yang fantastic : 200 juta pengguna. Menjangkau setiap strata kehidupan sejauh mana kabel terhubung dan sejauh mana sinyal terdeteksi. Tidak hanya itu, facebook sudah menembus dinding-dinding yang selama ini kokoh ditopang oleh ajaran-ajaran surgawai.

Kini facebook sudah memasuki ruang ibadah. Para santri, suster, calon pendeta kini sudah meluangkan waktu untuk membaca lembar digital facebook selain lembaran kitab suci. Dan yang paling fenomenal lagi, facebook sudah memasuki toilet !. Pengguna dalam keheningan toilet terlihat 'cengar-cengir' dan terfokus pada hand phone sampai lupa untuk 'ngeden' mengeluarkan hajatnya.
Facebook pun menjadi media yang paling efektif untuk mewartakan keberadaan dan status ke aku an. Facebook menjadi media untuk komplain kerjaan banyak tapi gaji kecil, untuk beribadah dengan menuliskan ayat-ayat suci, untuk promosi tulisan, promosi dagangan, promosi rambut baru. Sebagai media mengabarkan bahwa sedang 'meeting' dengan CEO, sedang dalam perjalanan ke luar-negeri (Timor Leste), on the way to airport 'nganter teman'. Media untuk makian, permintaan maaf, undangan pernikahan, ekspresi suasana hati dalam keterpurukan, jatuh cinta dan kebahagian. Untuk curah pendapat, sakit perut, datang bulan, sakit flu, mencret, masuk angin, demam, curhat dan wall pun menjadi tembok ratapan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia selalu haus akan informasi dan sebisa mungkin menjadi bagian dari informasi itu melalui status yang kemudian berkembang menjadi untaian komentar-komentar. Alasan itulah facebook mengganti 'What are you doing' menjadi 'What's on your mind' yang bisa diterjemahkan menjadi perluasan makna isi dari 'text box' facebook yang tadinya sekedar mengabarkan 'saya sedang ' menjadi 'inilah yang ada dalam pikiran saya'. Silahkan komentari.
Tidak dilarang untuk berbuat dosa di facebook, karena itu teruslah berbuat dosa!. Juga, tidak dilarang untuk berbuat kebaikan di facebook, karena itu teruslah untuk beribadah dengan menggunakan status. Surga di telapak kaki ibu dan surga ada di wall. Facebook adalah arena bebas! Suarakan isi hati. Janganlah kuatir bila ada yang tidak berkenan, paling 'banter' di 'delete' dari 'friend list'.
Teruskan untuk mengabarkan lewat status karena tidak ada yang perduli benar atau tidak. Status yang mengabarkan Anda yang menentukan !
Facebook jangan di 'bredel', lama-lama juga akan bosan sendiri.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....