Tips Memenangkan Interview : Medan Doa


Tulisan ini adalah lanjutan tulisan saya sebelumnya yang berjudul 'Seni Mendapatkan Pekerjaan : Tips Minimalis, It works !'. Kali ini saya mau berbagi pengalaman bagaimana menghadapi dan memenangkan sebuah interview. Pada tulisan sebelumnya, saya sedikit menyinggung perihal menjawab pertanyaan interview dan hal-hal yang harus dihindari. Pada kesempatan ini saya ingin mengulang tips itu kembali dan menekankan apa yang harus kita persiapkan sehari sebelum interview. 

Sehari sebelum interview, sempatkanlah untuk memeriksa di 'internet' apa yang dikerjakan oleh perusahaan yang memanggil Anda untuk interview. Jika tidak ada, telpon dan tanyakan sekilas kepada resepsionis. Jika tidak dapat menghubungi perusahaan tersebut, abaikan saja. Lakukan besok harinya. Selanjutnya adalah, persiapkan pakaian, alat tulis yang Anda akan kenakan besok harinya. Pilihlah pakain yang pantas dan nyaman. Lakukan dengan tangan Anda sendiri !. Hal ini penting untuk menguatkan medan doa Anda. Semakin kuat medan doa Anda semakin besar amplitudo gelombangnya ke semesta alam dan semakin besar peluang Anda untuk melakukan komunikasi spritual dengan orang yang akan menginterview Anda esok harinya. Karena itu, lakukan persiapan dengan tangan Anda sendiri dan dengan kesungguhan. Beristirahatlah yang cukup.

Hindarilah konflik dengan orang lain sebelum interview, karena bagaimanapun, konflik sekecil apapun akan merusak medan doa Anda. Anda tahu mengenai 'mitos' Atlantis yang kemudian hilang, raib tanpa jejak?. Atlantis adalah sebuah kebudayaan yang dibangun dari energi doa yang paripurna. Kebudayaan mereka dipenuhi dengan benda material yang tercipta dari kekuatan mental dan doa. Kemudian kebudayaan itu hilang dan raib karena pengaruh energi negatip yang sangat merusak. Itu sebabnya, Anda harus menghindari konflik atau hal-hal yang dapat merusak situasi hati Anda yang menimbulkan energi negatip yang memusnahkan medan doa Anda. Pertahankan kekuatan medan doa Anda dengan cara rendah hati dan percaya Tuhan akan menolong Anda. Mintalah dukungan doa dari keluarga dan teman Anda. Sekali lagi, doa, Anda sadari atau tidak sadari akan mempengaruhi. Semakin banyak orang yang mendoakan Anda, semakin kuat medan doa Anda dan medan doa itu akan mempengaruhi jalan hidup Anda. 

Tibalah satu jam sebelum jadwal interview agar waktu menunggu Anda tidak terlalu lama. Tentu saja jangan sampai terlambat. Pada saat Anda memasuki gerbang perusahaan, layangkan pandangan Anda sekeliling halaman. Yang Anda harus cari adalah apa nilai-nilai perusahaan tersebut atau slogan atau filosofi mereka dalam bekerja. Setelah melapor kepada sekuriti, sempatkan ke kamar kecil untuk membasuh tangan dan wajah Anda atau memperbaiki tampilan Anda. Ingat, sedikit basuhan air di wajah akan membuat Anda lebih segar. Ikuti segala peraturan dalam lingkungan perusahaan. Kadangkala, sebuah perusahaan juga membuat aturan dimana harus berjalan dan dimana harus duduk. Ingat, hindari konflik, dalam hal ini, hindari Anda mendapatkan teguran dari petugas keamanan.

Sembari menunggu, duduklah dengan santai dan bebaskan pikiran Anda dari tekanan. Telponlah kerabat Anda untuk berbicara atau mengucapkan salam. Itu akan membantu Anda semakin santai. Bila hari sebelumnya Anda tidak dapat menggali informasi mengenai 'core bussiness' perusahaan tersebut, saat menunggu itulah Anda gunakan untuk bertanya kepada resepsionis atau sekuriti. Bila tersedia, bacalah brosur perusahaan tersebut. Usahakan tidak terlalu banyak tau apa dan siapa kompetitor Anda bila Anda tidak sendirian. Bicarakan hal lain yang tidak berkaitan dengan interview.

Bila giliran Anda sudah tiba, beri salam dan jabat erat tangan yang menginterview Anda dan tersenyumlah. Jangan membawa tas kedalam ruangan dimana Anda dipersilahkan dan cukup membawa sebuah agenda. Duduk bila sudah dipersilahkan. Duduklah santun, tidak bersandar dan tidak terlalu condong ke depan. Letakkan agenda Anda persis di depan Anda. Jangan memainkan pena atau benda apapun di tangan Anda. Bila diberikan, letakkan kartu nama yang baru saja Anda terima di atas agenda dan lirik ke kartu nama tersebut untuk mengetahui siapa dan apa posisi orang yang ada di depan Anda. Jangan melipat kaki dan letakkan tangan Anda di sandaran samping kursi. Bila kursi yang Anda duduki tidak mempunyai sandaran tangan samping. Letakkan tangan Anda di atas paha atau melipat kesepuluh jari dan letakkan pergelangan tangan Anda di bibir meja. Jangan tegang, biasanya, interviewer akan menunduk dulu beberapa saat untuk membaca CV Anda. Waktu sesingkat itu, gunakan untuk menarik nafas dan yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti berhasil menghadapi interview. 

Pertanyaan pertama biasanya selalu pertanyaan sederhana. Anda boleh jawab singkat untuk memberikan kesempatan kepada Anda untuk membiasakan diri pada situasi pada saat itu. Pertanyaan selanjutnya, yang bersifat teknis jawablah dengan jelas dan berikan 'umpan'. Bila Anda menjawab singkat pada pertanyaan teknis, interviewer tidak akan dapat menggali siapa Anda lebih jauh dan akan membuat diri Anda menjadi orang yang membosankan. Pada setiap jawaban, lemparkan poin-poin (umpan) yang Anda kuasai dan tekankan bahwa Anda mengetahui atau sanggup bekerja dengan filosofi bekerja mereka yang Anda baca pada saat memasuki gerbang perusahaan. Sesekali, pada saat berbicara sentuhkan ujung kesepuluh jari tangan Anda di atas meja untuk memberikan efek santai dan menguasai.
Anda, adalah pribadi yang paling menguasai diri Anda. Karena itu, pada saat interview, Andalah sebenarnya yang harus mengendalikan situasi bukan interviewer. Tapi perlu ditekankan, hindarkan kalimat atau sikap yang sombong ketika menjelaskan siapa Anda dan apa yang Anda kerjakan dan Apa kemampuan Anda. Saya harus jelaskan kembali mengenai 'umpan' pada saat menjawab pertanyaan. Misalnya, pada saat Anda harus menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan 'EBITDA', maka Anda harus melontarkan istilah 'COGS' atau 'COGM'. Tidak ketinggalan mengenai proses pencatatan dan pengelompokan. Akan lebih baik, bila Anda langsung memberikan contoh kasus pada perusahaan tersebut. COGS, COGM, pencatatan dan pengelompokan inilah yang disebut dengan 'umpan'. Selanjutnya, Anda akan pasti mendapat pertanyaan mengenai istilah tersebut. Pada saat itulah, kepercayaan diri Anda semakin kuat karena Anda harus menjawab pertanyaan yang Anda kuasai.

Bila interview sudah usai, ucapkan terimakasih dan jangan pernah bertanya kapan Anda harus mendapat keputusan Anda diterima atau tidak. Jabat erat interviewer dan beri salam sebelum meninggalkan ruangan. Semoga berhasil...keep hunting dan jangan lupa untuk berdoa.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....