Seni Mendapatkan Pekerjaan : Tips Minimalis, It works !






Baik, kali ini saya berbagi pengalaman bagaimana 'hunting' pekerjaan. Tulisan ini saya terbitkan karena saya sedikit jenuh untuk memikirkan atau istilah teman saya 'merenung' tentang rahasia kehidupan. Bekal tambahan untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan cara memperbanyak membaca materi terkait dengan manajemen-manajemen industri/jasa. Bila Anda mempunyai cukup dana, tidak ada salahnya Anda mengikuti pelatihan-pelatihan keahlian. Namun, karena tips ini adalah tips minimalis, maka ide terakhir tidak saya sarankan.
Langkah pertama adalah, mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahlian Anda. Jangan pernah terintimidasi dengan syarat tingkat pendidikan dan jumlah tahun pengalaman !. Jangan pula langsung membatasi kemampuan Anda atau menyerah sebelum bertanding begitu membaca persyaratan yang ditetapkan karena Anda merasa tidak pantas untuk posisi yang ditawarkan. Justru disinilah pintu gerbang memperluas wawasan Anda. Bila Anda merasa asing dengan beberapa istilah dalam persyaratan yang ada dalam sebuah iklan lowongan pekerjaan, segera lakukan metode belajar cepat mengenai istilah tersebut. Sekali lagi, karena tips ini tips minimalis, gunakan media internet untuk memperlajari istilah asing tersebut. Yang sedang 'tren' saat ini adalah, 'head hunter'. Cari sebanyak mungkin 'head hunter' dan jalin hubungan baik dengan mereka. Perluas jaringan Anda untuk menaikkan peluang mendapatkan pekerjaan.

Langkah kedua, bila Anda sudah menetapkan posisi yang akan dilamar dan Anda sudah mempelajari semua aspek terkait dengan posisi tersebut saatnya membuat 'curriculum vitae' (CV) yang menjual dan berani dan tidak norak. Hal pertama yang tabu adalah, jangan sesekali menggunakan format CV yang dijual di toko buku. Tabu yang kedua adalah, jangan menggunakan foto yang sedang nyengir, foto tampak samping atau foto ketika Anda sedang di berada di pantai Kuta. Lampirkan foto resmi dan 'fresh', karena banyak sekali Manager HRD 'pinter' melihat wajah. Gunakan komputer untuk membuat CV dan dengan tulis tangan yang rapih bila dipersyaratkan. Berikut adalah struktur CV yang saya sarankan.
  1. PERSONAL DATA
    Lengkapi dengan informasi terakhir. Hindarkan mencantumkan informasi mengenai agama yang Anda yakini bila tidak dipersayratkan. Jangan sesekali menuliskan alamat Anda di Tangerang kemudian Anda melamar di Tasik Malaya, kecuali ada fasilitas yang ditawarkan. Artinya, carilah pekerjaan yang layak dan pantas buat Anda.
  2. EDUCATION
    Item ini tidak perlu dijelaskan, Jika Ada pendidikan non-formal adalah sangat baik bila ditambahkan pada bagian ini
  3. HIGHLIGHTS OF QUALIFICATIONS
    Pada bagian ini, tuliskan semua kualifikasi Anda. Misalnya, kemampuan presentasi, pengetahuan programming dan strong point. Pada bagian inilah Anda harus menuliskan pengetahuan yang baru saja Anda dapatkan ketika membaca istilah asing yang dipersyaratkan. Nah, siapapun Manager HRD nya pasti meneruskan membaca CV Anda ketika menemukan tulisan Anda mengenai persyaratan yang dia cari.
  4. ACHIEVEMENTS
    Apapun pencapaian Anda tuliskan pada bagian ini. Tulislah secara dewasa dan bertanggung jawab.
  5. PROFESSIONAL AWARD
    Bila Anda mempunyai penghargaan profesional, tuliskan pada bagian ini. Bila tidak ada, Anda juga bisa menuliskan penghargaan akademis. Bila tidak ada juga karena nilai akademis Anda 'nasakom' (nasib satu koma),maka coba Anda ingat kembali kapan terakhir kali Anda pernah mendapatkan penghargaan. Bila tidak ada juga, lebih baik jangan pernah berbohong, bagian ini tidak perlu dicantumkan.
  6. CERTIFIED TRAINING
    Bagian ini Anda isi dengan training dan pelatihan yang pernah Anda ikuti. Tidak jadi soal, apakah bersertifikat atau tidak. Tuliskan sebanyak mungkin asal jangan berbohong
  7. SPECIALIZED TRAINING
    Bila Ada, tuliskan training keahlian pada bagian ini. Bagian ini sangat penting untuk dicermati bila Anda ingin cepat mendapatkan pekerjaan. Arahkan isi bagian ini mendekati peryaratan yang diinginkan oleh perusahaan.
  8. COMPUTER SKILL
    Jangan pernah meninggalkan bagian ini, tuliskan semua applikasi komputer yang Anda bisa bukan yang Anda kuasai.

  9. PROFESSIONAL EXPERIENCES
    Bila Anda berpengalaman, tulisakan secara historikal dari yang terbaru. Cantumkan nama perusahaan, posisi terakhir Anda dan 'job description' secara jelas dan details. Bagian ini adalah 'roh' dari sebuah CV. 'Job description' harus 'align' dengan peryaratan yang diminta oleh perusahaan dan jangan pernah berbohong mengenai pengalaman pekerjaan. Bagi Anda yang belum pernah bekerja, Anda dapat menuliskan pengalaman magang Anda. Tuliskan pengalaman magang tersebut seakan-akan itu adalah sebuah pengalaman kerja profesional dengan cara menuliskan 'job description' juga.
  10. CLUB AND ORGANIZATION
    Hindarkan mencantumkan organisasi etnis dan agama bila tidak dipersyaratkan. Klub olah raga dan otomotif dapat menjadi 'cheer leader' CV Anda.
  11. REFERENCES
    Hindarkan menulis referensi Anda adalah pak SBY. Cukup tulis, 'Diberikan bila dibutuhkan'. Sebelum memberikan referensi Anda harus meminta ijin terlebih dahulu
Langkah ketiga, Interview (Tentu bila Anda dipanggil). Berikut adalah tips nya :
  1. Berpakaianlah dengan rapi dan formil
  2. Matikan HP dan jangan menggunakan ear phone
  3. Jangan memainkan pena pada tangan Anda sehingga menimbulkan suara.
  4. Letakkan sebuah agenda di depan Anda dan jangan sesekali mengganti agenda dengan buku tulis dengan gambar donal bebek.
  5. Duduklah secara formil, tidak bersandar dan tidak condong kedepan. Sesekali gerakkan tangan Anda di atas meja, sehingga kesepuluh ujung jari Anda bersentuhan satu sama lain pada saat Anda berbicara.
  6. Jangan langsung memasukkan kartu nama ke kantong Anda bila diberikan, tetapi letakkanlah di atas meja persis di depan Anda.
  7. Dan inilah seni menjawab pertanyaan dalam sebuah interview. Jangan sesekali menjawab pertanyaa dengan jawaban Ya atau Tidak kemudian diam. Ketika Anda harus menjawab, lebarkan pembicaraan/jawaban Anda kearah yang paling Anda kuasai sehingga Anda lah yang mengatur topik pembicaraan nantinya. Misalanya, pada saat Anda harus menjawab pertanyaan, 'Apakah Anda mengerti perihal las karbit ?'. Maka Anda harus mejawab, ' Iya, saya mengerti mengenai proses kerja las karbit. Di tempat pekerjaan saya sekarang, las karbit adalah proses utama –jelaskan proses las karbit seperti apa-. Dalam mengontrol kualitas, kami membentuk team QCC. Saya leader/termasuk anggota QCC. Team ini menggunakan QC 7 Tools dalam aktifitas sehari-hari. Disamping itu, untuk peningkatan produktifitas dan kualitas kami selalu menerapkan manajemen QCD dan seterusnya'. Bayangkan !. Sekali Anda berbicara Anda telah 'melempar' tiga topik yaitu QCC, QC 7 Tools dan QCD (Tentu topik yang Anda 'lempar' harus dimengerti). Sekarang Anda tinggal menunggu pertanyaan mengenai ketiga topik yang Anda umpan. Anda sekarang pemenangnya, Anda telah mengendalikan pemicaraan.
  8. Bersikaplah senantiasa sopan dan rendah hati. Ingat, Manager HRD seperti gajah, tidak akan pernah lupa bila disakiti.
  9. Jangan lupa untuk berdoa.
  10. Semoga sukses

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....