Sayangnya, pemahaman manusia tentang baik dan buruk sangat relatif. Nilai kebenaran, nilai baik dan buruk berbeda antar penganut agama (barangkali untuk beberapa kasus tertentu). Mungkinkah, pemimpin agama mula-mula 'salah tafsir' atas wahyu dari Tuhan ?. Sehingga ajaran agama berbeda satu dengan yang lain ?. Bila Tuhan bersabda, seharusnya sabda itu kekal dari abad ke abad. Misalnya, bila Tuhan melarang membunuh, seharusnya membunuh tidak diperbolehkan dalam kondisi apapun !. Tapi, apa yang terjadi di milenium ini ?
Menginspirasi dengan liar
Categories
- Berita (8)
- Catatan (56)
- Curhat (18)
- Iklan (1)
- Iseng (36)
- Manajemen (11)
- Review (3)
Blog Archive
-
►
2009
(82)
-
►
Juli
(17)
- Namaku Liong: Calon Konglomerat Baru
- Pria Bule : Memperbaiki Keturunan
- Berhenti Merokok: 21 Hari, Kemauan dan Keputusan
- Brondong: Namaku Ade
- Muhammad Yusuf : Mereka Panggil Aku Ucup
- Republik Tempe : Si Bego Punya Rencana
- Tamu, Bertamu : Teroris
- Panas Tahi Ayam : JW Marriott 1808
- Kurma: Badai Pasti Berlalu
- Foto Dinding: Kemunafikan
- Tanding Catur Dengan Tuhan
- Kenyamanan:Take or Leave it
- Bola Bola Kaca : Filosofi Bekerja
- Tampil Cantik: Pemerkosaan
- Kualitas: Antara Dihasilkan dan Dikontrol
- Juli : Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali
- Berunding Dengan Kematian
-
►
Juli
(17)
Recent Comments
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
License

cangkir kayu by sam mikael is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at cangkirkayu.blogspot.com
Entri Populer
-
Mereka memanggil aku 'Ade' meskipun aku terlahir dengan nama Sarjono. Aku dilahirkan disebuah kota kecil di Jawa Timur, tepatnya di Kediri. ...
-
Staff department PPIC di tempat saya bekerja mengirimkan email yang panjang kepada saya. Salah satunya, dia menceritakan temannya telah beke...
-
Tulisan ini adalah lanjutan tulisan saya sebelumnya yang berjudul ' Seni Mendapatkan Pekerjaan : Tips Minimalis, It works ! '. Kali ini saya...
23:09
Sejarah agama dimulai dari catatan manusia mengenai pengalaman spritual manusia sekitar 5000 tahun yang lalu. Dari waktu ke waktu, pemimpin agama selalu memberikan ajaran moral dan etika kepada pengikutnya yang kemudian menghadirkan ide tentang baik dan buruk.
Saya sangat sedih membayangkan, bahwa membunuh manusia bisa dibenarkan atas dasar ajaran agama dalam situasi dan kondisi tertentu. Sudut pandang moral dan etika yang dilahirkan oleh agama jelas menggaris bawahi bahwa membunuh itu tidak dibenarkan. Hal ini membuat pertentangan antara moral/etika dengan ajaran agama. Jika atheist benar, bahwa moral dan etika 'inherited' dalam diri manusia sebelum agama dikenal, maka agama tidak lagi membuktikan akan keberadaan Tuhan. Agama ada karena Tuhan ada, tidak lagi relevan pada era sekarang, karena tidak ada bedanya antara agama ada dan tidak ada.


