Shio Kerbau: Be Patient

Boss dan saya mempunyai banyak perbedaan bagai bumi dan langit. Yang satu boss yang satu pion. Yang satu mapan secara ekonomi dan yang satu belum mapan-mapan dari jaman kuda masih makan besi. Mudah-mudahan mapannya si pion tidak harus menunggu kalender Maya berakhir tahun 2012 atau setelah kuda makan batu. OMG, amit-amit deh bow. Si Boss bisa dengan leluasa melakukan apa saja, sementara si pion harus mengikuti SOP. Karena jikalau tidak, posisi terancam atau paling tidak kursinya terancam digeser. OMG, please don't !

Nah, kabar baiknya, si Boss dan si pion mempunyai kesamaan shio. Sama sama shio Kerbau. Secara logis, jika si Boss bershio kerbau dan mapan, maka si pion yang bershio kerbau pasti akan mapan. Benar gak sih ?!. Anggap saja benar, bukankah dengan berfikir demikian maka alam semesta akan berkontribusi dengan apa yang saya pikirkan ?. Apa jadinya, kalau saya hanya berfikir bahwa saya hanya akan menjadi seorang keroco ?. Tentu saja energy yang muncul dari dalam diri saya tidak akan lebih dari energy untuk menciptakan manusia keroco dan alam semesta melalui sang Khalik hanya akan memberikan sedikit kontribusi. Jadi, hukum tabur dan menuai tetap berlaku.


Semua berawal dari mimpi, dalam bahasa telogis, mimpi adalah harapan. Selalu berharap, semua indah pada waktunya. Oh, saya jadi ingat kata bijak 'inang' saya. 'Tidak cepat dan tidak terlambat'. Bermimpi tidak hanya bermimpi lantas berharap bintang runtuh mendapat undian. Seni ber mimpi itu ada. Bermimpi harus mengikuti metode 'SMART', yaitu Specific, Measurable, Acceptable, Realistic dan Time bonding. Bermimpi dengan metode seperti itu disebut dengan Smart Dreamer. Pernah menyaksikan film 'Candy Man' ?, Ada kalimat yang saya suka pada film tersebut, yaitu, 'as you wish'. Mimpi yang tidak terkelola dengan baik akan menjemukan dan membuat sakit jiwa. Mimpi seorang perempuan dan pria yang tidak 'well managed' beresiko menghantarnya menjadi seorang pelacur dan pembunuh. Hmm itu ekstrimnya saja bro., jangan takut untuk bermimpi. Paling apes, mimpi yang tidak SMART sulit menjadi kenyataan.

Menjadi seorang 'smart dreamer' tidaklah cukup. Karena terkadang, kran 'nasib' tidak kunjung terbuka, padahal sudah 'bermimpi' dengan baik. 'Air' yang keluar dari kran hanya menetes satu dua kali saja. Sesekali deras, terus mampet lagi. 'Duh, kok jadi gini ya', begitu kita terkadang 'mengeluh' dalam setiap pergumulan. Dalam situasi seperti ini, perlu daya dorong yaitu, 'PUSH' atau Pray Until Something Happen. Berdoa juga mempunyai seni tersendiri. Berdoa tidak seperti minta permen. Minta lantas dikasih begitu saja. Enak banget. Berdoa adalah sebuah usaha. Teruslah berdoa sampai sesuatu terjadi.

Kata Guru saya, berdoa adalah membiarkan hal yang religius dalam diri kita berkomunikasi dengan Tuhan. Jadi, pada saat kita berdoa, hal yang religius tersebut akan menyampaikannya pada Tuhan hal-hal yang membebani, hal-hal yang diharapkan. Meskipun kita tidak mengucapkannya dalam sebuah kalimatpun, hal yang religius itu akan menyampaikannya pada Tuhan.

So, be patient, don't worry, God is watching

p.s :
Apa shio Anda ?

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....