Tanding Catur Dengan Tuhan

Mungkinkah Tuhan mengalahkan manusia bermain catur dengan satu langkah ?. Tentu Tuhan tidak bisa menyelesaikan permainan catur dengan satu langkah selama pertandingan tersebut dilakukan dengan aturan main catur yang kita kenal, sehingga kepercayaan bahwa Tuhan maha bisa tidak berlaku disini.

Saya tidak bermaksud untuk menantang Tuhan dengan tulisan ini, tapi menyoroti perilaku manusia yang sering memaksakan kehendaknya, memaksakan pemikirannya dan membenarkan setiap tindakankannya di hadapan Tuhan, seakan-akan Tuhan memahami dan memaklumi segala tindak-tanduk kita.

Tuhan pasti tidak marah kalau saya menerima komisi, karena komisi adalah uang terimakasih atas bantuan yang saya berikan kepada pemasok. Meniduri pacar saya di malam minggu yang telanjang tentu tidak dosa karena hanya sebatas kencan. Berbohong demi menyelamatkan teman saya tentu tidak berdosa karena demi kebaikan. Tentu tidak dosa kalau saya melacurkan diri karena himpitan beban keuangan. Merokok tidak dosa, karena tidak ada dalam kitab suci larangan merokok. Onani tidak dosa, daripada saya meniduri pelacur ?. Tuhan ternyata tidak ada, Tuhan hanya dongeng yang dikarang oleh Abraham, sehingga saya lebih memilih menenangkan jiwa saya dengan cara meditasi.

Duh, saya telah menjadikan diri saya jadi Tuhan sebenarnya. Pikiran saya adalah hukum. Perkataan saya jadi ketetapan. Inikah yang disebutkan manusia segambar dengan Tuhan ?.

Manusia, saya, telah menjadi superior dengan pikirannya, menjadi Tuhan atas dirinya. f**k me

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....