Juli : Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali

Hoooam…sudah bulan tujuh, bulan Juli 2009. Anda pasti sudah tahu bahwa bulan Juli diambil dari nama Julius Caesar. Juli adalah bulan ketujuh berdasarkan kalender Gregorian dan bulan ke lima menurut kalender Roma yang disebut dengan Quintilis, karena kalender Roma dimulai dari bulan Maret. Saya mengakui dan menjalankan kalender Gregorian, karena itu saya mengakui bulan ini adalah bulan Juli, bulan yang ke tujuh.

Angka tujuh menempati tempat istimewa buat saya pribadi disamping angka yang lain seperti angka 8, angka 9 dan angka 12. Ada beberapa hal yang menarik mengenai angka tujuh ini, antara lain adalah, dalam seminggu terdapat tujuh hari, tembok Jericho runtuh setelah dikelilingi sebanyak tujuh kali, Raja Salomo membangun bait suci selama Tujuh tahun. Allah menciptakan Tujuh surga, Jesus menjawab muridnya untuk memaafkan orang lain sebanyak tujuhpuluh kali tujuh kali. Dan ada Tujuh Samudera, ada Tujuh Raja Roma dan ada Tujuh Nama Tuhan menurut orang Jahudi.

Fakta lain tentang tujuh adalah, Anda pusing tujuh keliling baca tulisan ini, ada tujuh lubang di sekitar kepala Anda ditambah dua lubang disekitar pinggang ke bawah. Mengenal lebih jauh tentang angka tujuh dan keunikannya, silahkan kunjungi Wikipedia

Ada tujuh dosa utama manusia, yaitu, Kesombongan (Pride), Iri hati (Envy), Kemarahan (Anger), Ketamakan (Greed), Nafsu-birahi (Lust), Rakus (Gluttony) dan Kemalasan (Sloth). Nampaknya, ketujuh dosa itu masih saya lakukan dalam kehidupan saya dan mudah-mudahan saya masih diberi waktu tujuh puluh kali tujuh kali masa untuk memperbaiki diri. Dosa mana yang paling sering Anda lakukan ?.

Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, hanya sebuah tulisan untuk menyambut datangnya bulan July, tujuh yang penuh keberuntungan. Bulan tujuh, mudah-mudahan di bulan ini, saya dan Anda mendapatkan semua impian jangka pendek dan awal dari penggenapan tujuan jangka panjang saya dan Anda.

Sedikit tentang mistisnya angka tujuh buat saya, sejak duduk di bangku sekolah dasar, di kampung saya, angka tujuh menjadi bagian dari atraksi budaya dan kepercayaan yang saya tidak tahu sama sekali artinya, sampai detik ini. Misalnya, bila pada suatu saat ada orang yang meninggal dunia dan harus diseberangkan melewati danau dengan menggunakan kapal, maka kapal pengangkut mayat tersebut harus melakukan manuver berputar sebanyak tujuh kali kemudian melanjutkan perjalanan. Pada saat-saat terakhir peti mati akan diangkat untuk dikuburkan, anggota keluarga harus mengelilingi peti mati selama tujuh kali dan sudah tidak bisa disentuh lagi.

Bila Anda membaca tulisan ini sampai di paragraph ini, maka fakta lain tentang angka tujuh adalah, dalam tulisan ini terdapat tujuh paragraph dan Anda pasti menghitung lubang yang ada di sekitar kepala Anda ketika saya menulis ada tujuh lubang di sekitar kepala Anda. Yang terakhir, saya, adalah anak ke ketujuh.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....