Brondong: Namaku Ade

Mereka memanggil aku 'Ade' meskipun aku terlahir dengan nama Sarjono. Aku dilahirkan disebuah kota kecil di Jawa Timur, tepatnya di Kediri. Aku anak pertama dari empat bersaudara. Aku satu-satunya anak laki-laki. Ibuku dinikahi Bapak, karena hamil diluar nikah. Bapak, dulu hanya seorang kernek bis yang memperkosa Ibu di stasiun kereta pada saat Ibu pulang dari rumah majikannya. Bapak seorang laki-laki yang suka main perempuan pelacur dan aku sangat jarang berbicara dengan dia.

Wajahku sangat tampan, berbeda jauh dengan wajah Bapak. Dengan wajah tampan ditambah dengan tubuh yang atletis, six pack, tidak sulit buatku untuk menggaet perempuan untuk aku tiduri, bahkan tante-tante sekalipun yang berumur 50 tahun bertekuk lutut di hadapanku. Dari perempuan Jawa, Sunda, Batak, Cina, Eropa bahkan Afrika aku telah menikmatinya. Aku tau persis menggunakan kelebihanku, sehingga aku mendapatkan semua yang aku inginkan.

Buatku, sex adalah sumber untuk menambah isi pundi-pundi, hingga aku mampu membeli tanah dan menanaminya dengan pohon tembakau. Dari hasil kebun tembakau itulah akhirnya aku mampu memperbaiki keuangan keluargaku. Ibu tidak lagi jadi tukang cuci dan Bapak jadi pengawas kebun tembakau kami. Tanah di samping rumah aku beli dan merenovasi rumah kecil kami sehingga aku dan adik-adik perempuanku mempunyai kamar masing-masing.

Aku tidak tahu apakah Ibu mengetahui dari mana asal mula aku mendapatkan uang. Aku hanya mengaku mempunyai usaha percetakan kecil di Surabaya dan mereka percaya saja. Meskipun iIbu tau, rasa-rasanya aku tidak perduli. Toh sejauh ini mereka senang-senang saja dengan keadaan sekarang, terutama Sri, adik perempuan yang paling aku sayang. Aku selalu mengutamakan memenuhi segala keingingan Sri daripada adik-adik ku yang lain. Apapun yang dia minta aku selalu memenuhinya tanpa pikir panjang. Kami sering pergi ke mal Sri Ratu diakhir minggu dan makan ikan bakar di restaurant Ikan Cianjur. Biasanya, kami pulang ke rumah lewat tengah malam setelah membeli nasi pecal dan sate ayam di jalan Doho.

Telah satu bulan aku meninggalkan Kediri karena aku harus bertemu dengan tante Gina di Malang. Tante Gina meminta aku datang ke Malang karena suaminya sedang tugas ke Korea Selatan selama satu bulan. Selama satu bulan pula aku tinggal di hotel melayani tante Gina. Tiap hari, ya tiap hari ,  tante Gina meminta aku memuaskan birahinya. Hingga suatu sore, ibu menelepon ke handphone ku dan marah-marah dan sedih, karena Sri, menurut keterangan dokter mengidap virus HIV.

Aku pulang ke Kediri dengan perasaan was-was. Setiba di rumah, aku hanya menemui Ibu yang tidak mau bicara sama sekali. Aku masuk ke dalam kamar Sri dan membelai rambutnya. Dengan suara lirih, Sri berkata pelan, ' Mas, sebaiknya Mas periksa ke dokter. Aku terinfeksi HIV'. Aku langsung terduduk lemas bersandar ke dinding kamar tanpa mampu berbicara lagi. Aku sudah tidak memperdulikan tante Gina bagaimana jadinya. Aku hanya memikirkan Sri.

Aku, Ade, sejak SMP, terpaksa tidur satu kamar dengan Sri karena rumah kecil kami hanya ada dua kamar. Adik-adik ku yang lain selalu tidur dengan menggelar tikar di dekat dapur. Di kamar, hanya aku dan Sri. Keadaan dan kebiasaan itu membuat hubungan emosi kami sangat dekat. Bila di rumah tidak ada siapa-siapa, hanya kami berdua, kami melakukan hubungan sex dan itu terus berlangsung sampai sekarang. Aku dan Sri berhubungan sex pada saat Sri duduk di kelas dua SMA. Setiap malam minggu setelah pulang dari kota, kami selalu bercinta sampai pagi. Ibu dan adik-adik ku selalu menggangu kami setiap hari minggu pagi karena bangun paling terlambat. Hubungan yang sangat dekat itu membuat aku dan Sri tidak pernah punya pacar.

Aku bangkit lagi dan duduk di tepi tempat tidur. ' Sri, kita harus bagaimana ?', aku bertanya pelan. Sri hanya memandangiku dan menangis sambil memukuli dadaku. Aku kemudian menangis, menyesali semuanya. Aku bertanya pelan, 'Sri, kita bunuh diri saja ?'. Sri menganggukkan kepalanya.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....