Memancing cara Iblis

Sedari dulu saya belum pernah memancing dan mendapatkan ikan lebih dari 2 ekor. Pengalaman saya memancing hanya di dua tempat, yaitu di Danau Toba dan jembatan Barelang Batam. Di tempat pertama, saya mendapatkan ikan Mujahir yang kurus dan hitam dan di tempat kedua, mendapatkan satu ikan Kerapuh dan satu ekor ikan Buntal yang beracun.

Paragraf kedua ini saya lanjutkan setelah teringat dengan sebuah film di HBO channel yang saya saksikan setahun yang lalu ketika saya tinggal di Kota Madiun. Kenapa saya teringat film itu, ya karena saya sedang menulis tentang memancing dan karena manusia mempunyai kecerdasan untuk mengelola informasi yang tersimpan di kepalanya dalam membuat sebuah tulisan dengan ide yang sama.

Ternyata, memancing tidak hanya sekedar memasang cacing atau umpan di ujung mata kail kemudian melempar dan menunggu. Dibutuhkan pengetahuan dan perasaan untuk menjadi seorang pemancing yang hebat. Film yang saya maksud menceritakan seorang ayah mengajari anaknya bagaimana cara memancing yang seharusnya. Si Ayah mengatakan bahwa seorang pemancing harus tau persis ukuran, sifat, kebiasaan dan karakter ikan yang menjadi sasaran. Sebagai contoh, ikan lebih suka di tempat yang sedikit agak gelap dan terlindung dari pemangsa atau sinar matahari. Karena itu lemparlah mata pancing ke tempat seperti itu, tentu berikut umpannya dan jangan hanya melempar mata kail saja tanpa tali pancing. Non sense

Ilmu memancing yang kalau kita renungkan juga digunakan oleh marketer. Seorang marketer harus mampu membuat siasat supaya calon pelanggannya tertarik untuk mendekat. Umpannya bisa berupa diskon, buy 2 get 1 dan sejenisnya. Marketer, sedemikian rupa mampu membuat orang membeli barang yang sebenarnya tidak perlu. Marketer, sedemikian hebat mampu menjual suasana starbucks sampai ratusan ribu sekali minum dalam gelas plastik pula. Kita membeli status bukan coffeenya (kopi maksudnya). Starbucks tidak pernah memiliki geray tertutup seperti panti pijet dan pasti dengan tempat terbuka dan di tempat yang mewah. Kenapa ?, hmmmm…manusia ingin menunjukkan siapa dia di mata sesamanya. Itulah kelemahannya, status dan aktualisasi dari dan itu dimanfaatkan oleh si pemancing.

Dan, ternyata iblis juga seorang pemancing yang hebat dan luar biasa. Iblis dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai makhluk, roh, atau jiwa yang jahat. Karena saya mengatakan bahwa iblis adalah pemancing hebat, maka saya menganggap iblis adalah sebuah sosok atau sebuah pribadi atau mahluk.

Iblis selalu menjatuhkan manusia ke dalam dosa dengan cara memberikan janji dan hasil yang cepat akan kesulitan atau keteguhan iman seseorang. Iblis sangat tau kebiasaan, sifat dan karakter manusia dan itulah sebabnya iblis menjadi pemancing manusia yang sangat berjaya di bumi ini, mengalahkan para Nabi. Iblis menjanjikan kenikmatan harta, kekuasaan, wanita (untuk pria yang gemar bermain golf), pria (untuk wanita keganjenan). iblis sangat tau apa yang manusia inginkan dan dimana manusia paling sering berdiam diri untuk mencegah segala ancaman.

Ikan, seandainya dia tahu dibalik umpan itu tersembunyi mata kail, saya yakin ikan tidak akan pernah menyentuhnya dan segera pindah tempat yang lebih aman dan jauh dari godaan umpan. Manusia tentu lebih tau hukum sebab akibat, semestinya lebih lihai dari seekor ikan.

Saya tiba-tiba berfikir, seorang perempuan akan bersolek dan tampil secantik mungkin untuk memancing juga ?. Entahlah, yang pasti manusia harus berperang melawan iblis dalam dirinya. Gunakan strategi ke 36 Sun Tzu, bila terdesak segera lari untuk bertempur dilain waktu.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....