Burung

Saya pernah membaca Koran Jawa Pos beberapa bulan lalu yang memuat gambar seekor burung yang selalu mematuk kepala orang yang lewat di depannya. Anehnya, burung tersebut hanya mematuk kepala orang tertentu saja. Ternyata setelah diinvestigasi, orang yang dipatuk tersebut adalah orang yang pernah mengganggu burung itu dan nama burung itu adalah Mocking Bird dan disebut dengan burung pendendam. Untuk beberapa hal, kita memang harus belajar dari seekor burung, tapi sifat pendendam Mocking Bird kalau bisa jangan ditiru.

Seekor burung tidak perlu menenun baju, tidak perlu menanam padi untuk makan. Burung tidak pernah kuatir dan was-was akan hari esoknya. Pada saatnya seekor burung kawin dan bertelur, maka pasangan burung akan membangun sangkar dari rumput kering sedikit demi sedikit. Setelah sangkar selesai, seorang anak kecil dan temannya mengambil sarang itu.

Apakah burung menyerah dan bunuh diri ?. Tidak kan ?. Setahu saya burung tidak pernah bunuh diri dengan terbang setinggi-tingginya dan kemudian menjatuhkan dirinya. Kalau itu pernah terjadi, tentu Discovery Channel pasti mendokumentasikannya. Ketika sangkarnya hilang, burung kemudian membangun kembali sangkar yang baru dan menetaskan telurnya.

Dan kemudian seorang lelaki tua mengambil sangkar dan anak burung itu dan menjualnya di pasar. Akankah burung itu ber murung durja ?. Tidak kan ?. Sampai fajar menyingsing, burung itu tetap berkicau riang gembira mengisi keheningan pagi hari kita.

Memang pernah melihat burung berhenti berkicau di pagi hari ?. Pernah menyaksikan seekor burung karena sangkar dan anaknya diambil orang, kemudian burung itu terbang dengan kecepatan tinggi dan sengaja menabrak tembok ?

Tidak kan ?. Tapi jangan coba-coba ganggu Mocking Bird.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....