Gelembung

Gelembung gelembung doa naik ke atas permukaan air berharap penghulu langit sudi melihatnya. Dari kedalaman satu demi satu menjadi besar dan pecah di atas permukaan telaga yang penuh dengan eceng gondok.

Setiap hela nafas menghamburkan keluh kesah. Tapi kenapa gelembung doa doa tak mampu menghantam tegangan permukaan air telaga dan terbang terbawa angin sampai ke penghulu penghulu angkasa.

Tuan penghulu ! kenapa kau berdiri kaku seperti patung patung para dewa ? Kenapa biji matamu saja yang bergerak gerak terlihat acuh tak acuh. Senyum simpul mu kadang membuat berang. Jelas saja...tuan penghulu ! udara purba juga bercerita, batu nan purba juga bercerita bahwa sebagian dari saudara saudara ku melelehkan emas dan perak untuk mereka sembah. Puja puji mereka haturkan dengan nyanyian, tarian dan korban binatang binatang terbaik dari yang mereka punya.

O Tuan penghulu tangkaplah gelembung gelembung sebelum mereka pecah di atas permukaan. Pegang dan permainkanlah di atas tanganmu. Sesuka mu penghulu..

please penghulu...please....jangan biarkan gelembung gelembung pecah...

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....