CHELSEA VS EVERTON : KLUB PARA DEWA


Tibalah saatnya nanti malam buat Guus Hiddink untuk membuktikan keampuhan sentuhan tangan emasnya untuk mengakhiri karirnya sebagai pelatih klub Chelsea dengan mencoba merebut piala FA musim 2009 yang akan berhadapan dengan Everton pada partai final malam nanti.
Everton melangkah ke partai final dengan mengalahkan Liverpool di semi final yang dilatih oleh Pelatih Terbaik tahun ini versi Asosiasi Manajer Liga, David Moyes. Dalam sejarahnya, Everton pernah merebut final piala FA tahun 1995 dengan mengalahkan Manchester United dengan skore 1-0 dan tahun 2009 ini Everton bertekad mengulang sejarah kembali. Mampukah Everton ? sementara Chelsea tidak akan mau kehilangan muka untuk kedua kalinya setelah berhenti di semi final Liga Champion
Akankah Chelsea kemudian akan sedikit bergetar dan brrrrr menghadapai skuad Everton yang dipimpin oleh David Moyes?. Kecil kemungkinan terjadi. Chelsea adalah team yang dipenuhi pemain-pemain kelas dunia yang sangat menguasai permainan di lapangan hijau laksana dewa-dewa yang agung, yang sangat dinamis merubah taktik permainan sepanjang 2x45 menit.
Chelsea akan menurunkan dua penyerang sekaligus malam ini yaitu, Didier Drogba sang Dewa Apollo yang akan melesatkan tembakan-tembakan akurat ke gawang Tim Howard laksana anak panah melesat dari busur peraknya. Di belakang atau sejajar dengan Didier Drogba ada Nicolas Anelka jelmaan Dewa Hermes yang dianugrahi kecepatan berlari dengan aselerasi tinggi memasuki kotak penalty dan bola laksana melekat di ujung kakinya dan akan melesatkan tembakan ke gawang Tim Howard.
Frank Lampard akan menjadi pengatur irama peperangan melawan Everton malam ini. Keahlian strategi perang Dewa Ares, Dewa Perang telah diturunkan kepada Frank Lampard yang dengan mudah bagi dia mengatur aliran bola dari lapangan tengah ke jantung pertahanan Everton. Dewa Ares, Frank Lampard akan sesekali akan membantu serangan sebagai penyerang lapis kedua. Dewa Ares, Frank Lampard akan didampingi oleh dua pengawal setianya Dewa Phobos yang ada pada diri Michael Essien yang akan mengacaukan pertahanan Everton dengan gerakan tanpa bolanya dengan berlari tidak pernah berhenti. Pengawal kedua Frank Lampard, Dewa Ares adalah Dewa Deimos yang ada pada sosok Florent Malouda yang selalu setia pada sisi kiri lapangan yang berfungsi untuk memberikan umpan bola matang kepada Didier Drogba , Dewa Apollo dan Nicolas Anelka , Dewa Hermes. Posisi Lampard dengan sangat dinamis akan digantikan oleh Michael Ballack perwujudan Dewa Helios dengan kereta kudanya sebagai penyuplai bola dari lapangan tengah pada saat Lampard, Dewa Ares sedikit bergeser ke depan ke jantung pertahanan Everton.
Dewa-dewa di jantung pertahanan Chelsea adalah John Terry adalah perwujudan Dewa Zeus dengan segala kewibawaannya akan memimpin pertahanan Chelsea dan akan menghalau bola tanpa kompromi menjadi palang pintu terakhir yang harus dihadapi oleh Louis Saha penyerang tunggal Everton yang menurunkan pola permainan 4-5-1. Di sayap kiri ada Ashley Cole perwujudan Dewa Hades, Dewa Kematian yang tidak akan memberi ruang gerak sekecil apapun pada pemain lawan di sektor kiri yang berarti kematian pada serangan Everton dari sayap kiri.
Di sayap kanan berdiri Jose Bosingwa sang Dewa Laut, Dewa Poseidon yang laksana gelombang akan meciptakan gelombang bola di sektor kanan dengan umpan silang ke kotak penalty dimana Dewa Apollo dan Dewa Hermes berdiri menanti untuk mencetak gol. Alex adalah reinkarnasi Dewa Pan yang akan membantu Dewa Zeus menahan gempuran Louis Saha dengan wajah dewanya yang menjadikan Louis Saha menjadi panik dalam setiap serangannya. Pemain paling belakang, tepatnya di gawang Chelsea akan dikawal oleh Dewa Titan (Prometheus), Dewa Raksasa yang tinggi menjulang menghalau setiap bola. Terkaman dan tepisannya akan membuat gawang Chelsea serasa hanya selebar 1 meter saja yang mustahil kemasukan bola.

Featured post

Kembalinya Cangkir

yak..kini sudah kembali, sekian lama terbengkalai blog ini kembali dihidupkan dari mati suri....